Tidak Satu Pun

Tidak ada satu orang pun orang yang rela dikatakan ‘bodoh’ dan istilah lain yang setara dengan itu. Makanya, saya orang yang cukup terenyuh, eaaa, kok terenyuh, sih, ya pokoknya itulah, terenyuh mendengar orang dikatakan ‘bodoh’.

Saya yakin, tidak ada orang yang bodoh. Yang ada cuma khilaf. *pembenaran*

Saat kita menganggap orang lain bodoh, coba kita berkaca dulu ke diri kita sendiri. Bukan berkaca untuk mempertanyakan “saya bodoh, ga ya?” bukan itu. Tapi, andai kata-kata bodoh itu, ditujukan pada kita. Gimana rasanya? Ada yang gak kesel atau ngerasa biasa-biasa aja setelah dikatain bodoh? Oh, kenalan dong. Hehe.

Makanya, saya sendiri, sih, agak-agak memaafkan, kalau orang lain bertindak salah. Dia bukan bodoh.

Hari itu, saya berada dalam satu forum diskusi. Keluarlah pertanyaan dari seorang anggota forum yang, terdengar, mmh, terdengar biasa saja bagi saya. Tidak ada yang salah dengan bertanya. Tapi, tetiba, teman saya berbisik begini.

“Ih, itu perempuan cantik, si, tapi pertanyaannya kok, pertanyaannya gitu ya. Pertanyaan bodoh”

“Mungkin, begitu kali, ya, Tuhan tidak menciptakan manusia sempurna, cantik tapi bodoh”

Bukan masalah pertanyaannya, tapi, apa yang salah dengan bertanya. Ketika dia tidak bertanya untuk sesuatu yang dia tidak tau, apa hak kita untuk menilai orang itu bodoh? Dia bertanya, artinya dia berusaha untuk pintar. Sedangkal apa pun pertanyaannya menurut kita, itu sama sekali tidak bodoh.

Saya sendiri bukan orang yang prinsip banget, si. Kadang khilaf juga, punya pikiran begitu. Tapi, saya berusaha sekuat tenaga banget untuk membuang pikiran itu jauh-jauh. Bagaimana pun mereka, penting untuk dihargai. Kita tidak bisa mengukur, seberapa bodoh nya seseorang. Kalau pun bisa, itu cuma ukuran yang kita bikin-bikin sendiri.

Ada lagi begini. Sadar atau enggak, sering kita mengutuki diri sendiri dengan kata-kata serupa, “duh, bego banget si gw, bisa sampai gitu” 

Denger temen mengutuki dirinya sendiri dengan kata-kata semacam itu, saya, yang tergolong orang yang kadang apatis kadang sensitif, tergerak untuk ngomong gini, *tiba-tiba serius*

Yakin banget, kita menghakimi diri kita serendah itu?”

Ah, saya gak yakin. Saya pandang dari sudut mana pun, gak ada keren-kerennya itu kata. Rendah. Di bawah tanah. Apalagi jaman sekarang, jaman jahilliyah udah selesai sejak diutusnya Rasullah SAW di dunia. Kita berusaha keras menjadi kaum yang berpikir. Kita bukan lagi orang bodoh. Kita punya banyak sarana untuk belajar, gak hanya melalui sekolah. Banyak sekali, yang paling gampang ya, belajar dari pengalaman hidup (diri sendiri atau orang lain). *so swittt*

Yang paling miris, waktu itu saya lagi di angkutan umum. Liat seorang ibu marah sama anaknya yang kira-kira sepantaran kelas dua SD. Memang si anak itu gak kecil-kecil banget. Ia sudah mulai mengerti dunia. Tapi, kata-kata bego, dan berbagai kutukan yang disampaikan kepadanya, terasa ngenyes banget di kuping saya. Namanya anak, ya, nakal biasa. Ya gak sih? Kalau sudah keterlaluan, yang perlu introspeksi juga bukan cuma si anak, tapi si ibu. Ya, orangtuanya. Keberhasilan anak, juga bisa tergantung dari bagaimana orangtua mendidik anaknya. Saya, salah satu yang paling gak setuju dengan cara marahin anak yang demikian. Menyerangnya dengan kata-kata kasar. Ya, omongan orangtua bisa jadi doa untuk si anak, kan.

Mudah-mudahan saya termasuk orang-orang yang bisa mengendalikan diri, si, nantinya. Amin. Gak menilai orang lain bodoh, apalagi menilai sendiri. Dan yang gak kalah penting, tuh, jangan sampai terucap. Bisa ga ya? Bismillah.

Jadi, udah yuk, stop judge bodoh untuk orang lain dan diri sendiri. Salam kenal, teman-teman pintarku😉

Posted in Oh

2 thoughts on “Tidak Satu Pun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s