Baru, Lebih Keren.

Here I am. In my third place between work and home.

Jujur aja, udah berbulan-bulan saya gak ngabisin waktu berjam-jam di sini. Sejak punya kegiatan yang lebih menarik daripada sekedar manyun-manyun pake wi-fi ditemani segelas kopi. Kata lain, sibuk berat, cui. Hehe.

Ya, sejak saya udah ga perlu lagi nunggu macet reda seusai kerjaan kelar. Atau harga lahan parkir berubah dari dua ribu jadi tiga ribu per-jam. Untuk orang macam saya, kenaikan tarif parkir, jelas berasa banget. Saya memilih untuk langsung pulang, setelah urusan kelar. Gak perlu diperjelas ya, urusan apa.😀

Jadi, sekitar dua bulan lalu tempat ini under renovation. Rupanya, mereka lagi bikin design baru. Seriously, this coffee shop became pretty dasher with their new design.

Setelah diperhatikan, mereka bikin meja-meja besar lebih banyak dari sebelumnya. Mungkin pertimbangan ini, supaya, pengunjung bisa lebih nyaman untuk hangout rame-rame di sini. Dulu, mereka yang kumpul rame-rame terpaksa harus geser-geser meja dan kursi biar bisa ngopi rame-rame.

Warung kopi ini berubah filosofi, dari yang diperuntukkan bagi orang-orang yang lebih senang sendiri seperti saya, menjadi tempat untuk ha-ha-hi-hi lebih ramai bersama keluarga atau teman-teman.

Intinya, saya gak komplen dengan tempat ini karena emang public area, siapa pun bisa ke sini. Tua muda, siapa pun, asalkan gak bau badan, sehingga mengganggu pengunjung lainnya. Haha.

Tapi, beginilah yang terjadi dengan saya sekarang. Plis, plis, berhenti mengasihani saya, karena kesendirian saya di sini. Kegiatan seperti ini sudah bertahun-tahun saya lakukan. Sejak, ya, sejak, sendiri lebih menarik daripada sibuk ber-konflik dengan orang lain. And everything work very well. Tinggal sumpel kuping pake earphone, saya bisa sibuk dengan dunia saya sendiri. My incredible complicated life.

Ngomong-ngomong soal meja-meja yang lebih panjang dan besar begini, bikin saya atau loner customer lainnya harus join dengan pengunjung lainnya. Dan di depan saya sedang ada tiga orang bapak-bapak yang sedang diskusi. Kebetulan, saya lagi gak mau nguping obrolan mereka nih.

Di depan saya sekarang

Jadi, ya gitu. Kalau ada yang liat saya sedang semeja bersama tiga ‘om-om’ Ciyus, miapah ni, saya gak kenal sama sekali dengan mereka. Jangan mikir yang macam-macam ya. *ngikik sambil manggut-manggut* *bodo amat*

Posted in Oh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s