Fotografer

Apa sih yang gak boleh ketinggalan saat liburan? Foto-fotonya! Apalagi, sekarang social media buat share foto makin banyak, tentu saja, dengan keunggulannya masing-masing. Social media begini nih, yang bikin anak-anak kekinian makin menggila buat foto-foto.

Foto gak lagi jadi koleksi di kamar atau di hardisk aja sekarang. Tapi, di-share di berbagai media. Gak sedikit loh, orang yang bisa share ratusan foto dalam liburan dua minggunya. Atau lima puluh foto dalam liburan lima harinya. Dan seriusli, deh, gak termasuk saya kok. Hehe.

Nah, saking canggihnya jenis kamera jaman sekarang, gambar yang dihasilkan pun macam-macam. Dari segi kualitas, jepretan dari kamera profesional SLR (Single Lens Reflex) jelas yang paling gak bisa dikalahin. Plis lah, jangan samain kamera HP tercanggih manapun dengan kualitas kamera SLR. Walaupun soal hasil tetap tergantung jenis lensa, dan yang gak kalah penting adalah keahlian si penjepretnya. Alias si fotografer. Toh kerennya sebuah foto tergantung sama selera. Intinya, foto itu hasil karya.

Inget ga, 3 atau 4 tahun lalu? SLR sempat jadi trend. Anak-anak sampai orang tua, keranjingan SLR. Saya, sempat jadi korbannya sih. Tapi, gak lama-lama. Karena akhirnya nyerah dengan perkembangan teknologinya yang pesat, pakainya yang ga praktis alias perlu mikir, ukurannya yang gede (baik lensa maupun body), dan yang paling gak tahan si, harganya. Haha. Lagi pula, kamera canggih itu, jadi sama sekali gak canggih kalau kita ga pinter pakenya. Setuju?

Akhirnya, saya liburan bermodalkan Kamera HP saja. Cupu? Gak lah. Atau gapapa lah. Itu kamera yang saya nanti-nantikan, dan akhirnya kebeli juga dari hasil keringat sendiri. *lebay*

Image

I do really enjoy the time while capture moment with my ‘most-liked camera’ Haha. Liburan dua minggu saya yang terkeren sepanjang sejarah hidup, saya abadikan dengan kamera andalan itu. Cuma pas lagi ‘diving’ aja kameranya gak bisa dibawa, jadilah, pakai kamera underwater Zandi. Keuntungan pake kamera yang sekaligus bisa buat telpon dan ber-social media itu, ya, karena, lebih simpel. Simpel pake nya simpel juga nge-charge nya. Tapi ya itu tadi, kualitas gambarnya disyukuri aja. Pinter pinter kita mengatur frame, warna, dan yang paling penting, pinter pinter kita untuk mensyukuri hasilnya.

So, here I am, enjoying my ‘almost-end’ Sunday with my iCamera. How about you? 

Posted in Oh

3 thoughts on “Fotografer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s