Haha!

Karena hidup cuma sekali, itu sebabnya sebagian kita lebih senang menghadapi hari dengan tertawa daripada menangis. Kalau boleh memilih. Banyak orang bijak bilang, hidup ini terlalu singkat jika dihabiskan dengan bersedih. Benar? Ada benarnya. Kenyataannya? Gak semudah itu. Saya yakin, gak cuma saya yang berpendapat demikian.

Berteori atau berkata-kata jelas lebih gampang daripada realisasinya. Hehe. Oke, bukan itu.

Gegara kita lebih senang tertawa, sering kali kita gak bisa memilah mana-mana menempatkan tawa yang tepat. Gak semua yang kita pikir konyol atau lucu, pun lucu bagi orang lain. Niatnya menghibur, blah si empunya kisah malah tersinggung. 

Ini kejadian pada seorang teman yang jadi kru kreatif sebuah program TV nasional. Kapan waktu ia dipanggil KPI (Komisi Penyiaran Indonesia), gara-gara host-nya becanda sembarangan. Si host barangkali gak bermaksud menyinggung pihak tertentu. Tapi, siapa yang nyangka sih, ternyata becandaan yang tadinya cuma buat lucu-lucu an aja, berujung masalah serius di KPI karena dianggap melanggar regulasi dan peraturan KPI. Itulah dia. Yang lucu bagi kita, bagi orang lain? Belum tentu.

Beberapa waktu lalu, sempat denger, seorang nenek dipenjara karena maling ayam. Rasa-rasanya, kita gak pengen berhenti mentertawakan betapa menyedihkannya berita ini. Menyedihkan karena diberitakan atau menyedihkan karena, plis lah, ayam gitu. Hehe. Kita? Bisa saja menganggap ini cuma lelucon. Tapi, coba berempati sedikit gimana kalau kita di posisi si nenek. Apakah kita berharap orang-orang mentertawakan kejadian ini? Dipenjara itu bukan hal mudah, apa pun itu penyebabnya. Kecuali kalau ada yang nonton infotainment kemaren pas Jupe bebas dari penjara, kok kaya gak ada beban? Di penjara juga tetap bisa ngartis. hehe. Tapi, ya itu. ‘Musibah’ yang diderita si nenek, bukan untuk ditertawakan.

Atau, si pemilik ayam. Jangan-jangan ayam yang di maling si nenek adalah satu-satunya ayam yang dimilikinya. Atau ayam yang akan mereka potong malam ini, untuk dijadikan penganan syukuran karena anaknya baru saja lulus SMK. Tentu saja, si keluarga tidak punya ternak lain yang bisa dipotong selain si ayam, yang akhirnya di maling si nenek.

Banyak hal-hal sepele lainnya. Seperti.

“Duit gw hilang 500 ribu, gw ketipu, mama minta pulsa.” Kalau boleh tertawa, kita mungkin bisa tertawa paling lebar atas kejadian ini. Modus penipuan melalui SMS yang masih kita terima sampai saat ini, sekilas hanya sebuah modus penipuan konyol. Tapi, percaya atau enggak, masih ada di antara kita yang terjebak dengan penipuan ini atau penipuan sejenis, dengan trik yang kurang lebih sama. Sekarang? Kita boleh jadi yang mentertawakan kejadian ini. Besok atau kapan? Jangan-jangan kita yang kemakan omongan sendiri. Dan, IMHO, ketipu seperti ini juga bukan hal yang pantas ditertawakan. Haha? Rasanya kok ga pantas kalau kita malah mentertawakan musibah yang menimpa teman atau saudara kita sementara 500 ribu yang lenyap sebenarnya adalah duit terakhir yang dimilikinya untuk bertahan hidup sampai akhir bulan yang masih 12 hari lagi, atau duit untuk membeli obat bapaknya yang sedang sakit keras. Kita gak pernah tau. Lucu? Tidak.

“Hai, apa kabar?” Lalu kita menjawabnya dengan, “haha” Mungkin bagi kita ini lucu, seseorang yang udah kita anggap dekat menanyakan kabar kita. Basa-basi amat, kita pikir. Ketemu hampir tiap hari. Telponan hampir tiap hari. Tau kan maksud saya. Ada beberapa jenis teman yang kayanya aneh aja kalau kita nanya apa kabar? Mudah-mudahan bukan cuma saya yang punya jenis hubungan pertemanan seperti ini. Tapi, nanya kabar kok malah dijawab dengan ‘haha’. Kita ga tau, bahwa itu adalah kata-kata terakhir yang sempat disampaikannya pada kita. Karena saat itu dia sedang di rumah sakit, menunggu maut menjemputnya. Ngeri? Ini kisah nyata. Ah, jadi merinding sendiri mau cerita.

Santai boleh, tapi, serius dikit gak ada salahnya. Haha!

Posted in Oh

4 thoughts on “Haha!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s