Hello Agung

Tentu saja ini bukan cerita cinta karna ada lelaki baru dalam hidup saya bernama Agung. Ini cerita suddenly Bali kemaren yang diisi dengan mendaki Gunung Agung.

Saat nafas saya mulai habis sementara mencapai puncak gunung masih jauh, yang ada dalam pikiran saya saat itu, ah, saya kangen blog ini. Saya kangen dataran. Sekali lagi, dataran dengan kemiringan nol derajat. Bukan kemiringan 50 – 70 derajat yang seolah tak berujung itu. Saya kangen menghirup aroma kopi di coffee shop langganan sambil cetak cetik ntah apa. Dan saya harus cerita soal ini. Soal pengalaman mendaki Gunung Agung, yang merupakan gunung tertinggi di Bali, 3.142 mdpl. Memang Gunung Agung tidak termasuk 10 gunung yang paling tinggi di Indonesia. Tapi, gunung ini gak boleh disepelekan. Apalagi bagi pendaki pemula seperti saya. Hehe. Continue reading

Advertisements