Atau Sebaliknya

Hehe. Seru juga baca postingan-postingan lama. Komen-komen lama. Agak-agak terharu dapet comment sesama teman nge-blog. Gak terasa hobby nge blog udah dari delapan tahun lalu. *surprise*

Delapan tahun liwat, harusnya si saya udah makin dewasa. Hihi. Kadang malu sendiri baca postingan lama yang keliwat mellow atau keliwat emotional. Mungkin postingan yang kali ini juga bakal berasa gitu kali ya, kalo dibaca delapan tahun mendatang. 😉 Continue reading

Advertisements
Posted in Oh

Kuota Mimpi

Gw punya banyak mimpi. Tapi itu bukan ambisi. Beda.

Itu satu rangkai kata yang saya twit malam ini. Tetiba teringat hasil lamunan tadi siang. Ide-ide (menurut saya) berlian yang cuma ngumpul di kepala. Yang cuma sampai leher tapi ga sampe jadi suara. Ah. Kemudian saya berusaha lebih lama dalam setiap sujud agar tak terjebak dalam pikiran sendiri.

Dan jadilah begini, saya tidak bisa tidur malam ini. Dengan komponen-komponen entah apa itu yang ada di kepala.

Ya, saya memang punya banyak mau. Cita. Dalam mimpi. Tapi saya gak mau menjadikan itu ambisi. Apalagi sampai obsesi. Karena pada akhirnya cuma bakal bikin stress sendiri.

Berusaha mengimbangi mimpi yang saya punya dengan realita. Berusaha tau diri. Tau batas. Mencoba lebih tenang untuk tetap berada dalam porsi seimbang.

Bismillah.

*to be continued, besok ngeblog yang lebih real. Aslik, isi kepala udah acakadut. Butuh rehat.*

Good nite.

Barrakha

Udah ga ngerti lagi pingin curhat atau share sama siapa. Aslik, kangen setengah mati setelah 3 bulan-an (atau lebih ya?) long distance sama Barrakha. Pingin nengokin ke sana tapi badan suka ga kompak buat diajak bepergian. Kalaupun mau pergi, rasanya harus banget sama Zandi. Dan ga mungkin banget gitu aja pergi tanpa ngatur jadwal dan nyocokin sama jadwalnya Zandi.

Dan biasanya saya selalu membunuh kangen dengan video call. Sehari bisa lima kali. Hehe. Pernah juga yang harus menghela napas, jagain sabar nyesuain sama waktu luang mamim-nya, plus, hape mamim yang sering banget lowbatt. Udah mana, Barrakha yang keliatannya udah makin gede, sekarang sering banget keluyuran karna udah punya temen-temen baru. Continue reading

Kalimat Indah

Sayang kalau ga di share dan ga di save 🙂

Kalimat indah dari Dr. ‘Aidh Al-Qarni

Kita tdk bisa merubah yg telah terjadi
Juga tdk bisa menggariskan masa depan
Lalu mengapa kita bunuh diri kita dengan penyesalan?
Atas apa yang sudah tdk bisa kita rubah

Hidup itu singkat sementara targetnya banyak
Maka, tataplah awan dan jangan lihat ke tanah

Kalau merasa jalan sudah makin sempit,
kembalilah kepada Allah yang Maha Mengetahui hal yang gaib
Dan ucapkan alhamdulillah atas apa saja.

Kapal titanic dibuat oleh ratusan orang
Sedang kapal nabi Nuh dibuat hanya oleh satu orang
Tetapi, Titanic tenggelam. Sedang kapal Nabi Nuh menyelamatkan umat manusia

Taufik hanya dari Allah swt
Kita bukanlah penduduk asli bumi, asal kita adalah surga
Tempat, dimana org tua kita, Adam, tinggal pertama kali.
Kita tinggal di sini hanya untuk sementara,
Untuk mengikuti ujian lalu segera kembali.

Maka berusahalah semampumu,
Untuk mengejar kafilah org2 salih, Yang akan kembali ke tanah air yg sgt luas, di akhirat sana…
Jgn sia2kan waktumu di planet kecil ini..!

Perpisahan itu bukanlah karena perjalanan yg jauh,
Atau karena ditinggal orang tercinta,
Bahkan, kematian pun bukanlah perpisahan, sebab kita akan bertemu lagi di akhirat

Perpisahan adalah ketika satu diantara kita masuk surga, sedang yang lainnya terjerembab ke neraka.

Semoga Allah menjadikan aku dan kita semua menjadi penghuni surgaNya.

Posted in Oh

Gara-gara #bajakJKT2014

Gara-gara baca kehebohan #bajakJKT2014 di sosial media yang dihelat beberapa hari lalu, tetiba saya jadi pingin nge blog lagi. Ternyata tampilan #wordpress udah baru ya, bikin grogi aja mau ngetik. Hehe. Sempet nyoba menuangkan celotehan ke blog yang baru, eh ternyata baliknya ke sini lagi. Abis lupa password blog baru sii. Lagian blog nya sepi banget, kaya parkiran di mall yang udah tutup. Hiy!

Luar biasa ternyata, kekecewaan temen-temen yang ikutan event lari yang dielu-elukan tersebut. Ya, wajar aja, meski saya bukan salah satu korban kemacetan yang timbul dari event yang diadakan di Sabtu sore itu, baca postingan di berbagai social media dari mulai twitter, path, sampai blog bikin saya bisa ikut merasakan sekaligus berempati terhadap pengguna jalan baik yang berkendara maupun yang berlari. Hehe. Continue reading

Posted in Oh

This is first and will be the last. Hello 2014!

My very first post in 2014.

Ini udah bulan Maret. Bulan ke tiga di 2014. Dan demi apa, belum satu pun postingan yang saya tulis di blog kesayangan ini. Bukan. Bukan karena saya terlalu sibuk.

Tapi karena saya lagi berbenah. Berbenah mulu. Berbenah apaan si? Haha. Emang ini dunia maya, sih. Tapi, mau ga mau, suka ga suka, kita semua udah hidup di dunia maya begini. Ya ampun, siapa si yang ga keranjingan social media. Bahkan banyak yang lebih enjoy bergaul di Social Media ketimbang di dunia nyata.

Bagaimana saya bisa berhenti nge-blog sampai sekian lama? Setelah blog ini setia menemani celotehan berlian (mau ngomong sampah, kok, kesian ya ini blog, haha!) saya lebih dari 5 tahun lamanya. Bukan bermaksud untuk cuti, apalagi resign sebagai blogger angin-anginan. Tapi, saya lagi ngalamin krisis kepercayaan sama publik. Ya elah, emang situ siapa. Haha!

Tapi, ya emang gitu. Kalau lucu-lucu an yang sedang beredar di social media sih, katanya, berkicau di social media itu serba salah. Apalagi nge posting ini itu.

Foto barang dibilang pamer. Update foto tempat dibilang sok gaul. Update foto makanan dibilang sok iye. Update foto sendiri dibilang sok cakep. Update tentang agama dibilang sok alim. Update yang curhat dibilang alay labil, dan seterusnya. Intinya serba salah. Ngikik sendiri sih, baca update-an ini, tapi ya itu ada benarnya. Serba salah bok. Apalagi nge-blog. Khususnya saya yang isi blognya curhattttt mulu.

Belum lagi nanggepin persepsi salah, karena tulisan kadang emang bisa jadi beda pemahaman. Atau celotehan dari sebagian kita yang berasa paling tau. Berasa paling ini, berasa paling itu. Kita itu unik. Beda masing-masingnya. Let’s respect others. Put your self on other shoes. Care bukan berarti ga move on, Herman. (Lah kok curhat?)

Ah sudahlah. Kadang geregetan sendiri, buat ngejelasin biar orang ngerti. Rambut boleh sama hitam, tapi isi kepala orang beda-beda. Ya, itu emang risikonya hidup bersosial. Kalau ga mau, ya mendem aja di kamar kali ya. Hehe.

So, nice to see you, All this blog friends. Enjoy my pastis postis! Mudah-mudahan bermanfaat, buat yang masih pingin bales-balesan comment di beberapa postingan, monggo. I will never really leave this blog, kok. Atau buat yang masih pingin kepo, ngerumpi, nge-judge. Feel free. Try to be positive, as hard as you can. 

My very first post in 2014, might be the last too. Wish to meet another good friend in another blog!

Love. Love. Love. 

Posted in Oh

Kisah Pasukan Kereta

Baru saja saya membatin soal perjuangan naik kereta pagi, bertepatan dengan kecelakaan sebuah mobil tangki yang menabrak gerbong kereta dan memakan sejumah korban jiwa dan luka-luka. Ketika suatu pagi, akhirnya saya memutuskan untuk kembali menjadi pasukan kereta lagi. Istilah yang saya kutip dari teman-teman seperjuangan yang mengandalkan commuter line untuk berangkat ke tempat kerjanya setiap hari.

Ketika sudah tidak tahan harus nyetir di pagi buta, dan harus terjebak macet ketika terlambat beberapa menit keluar rumah, saya pikir lebih baik naik kereta saja. Jalanan tidak pernah bersahabat. Belum lagi, pulangnya, saya harus kembali membawa pulang kendaraan itu, karena meninggalkan mobil di parkiran kantor menjadi masalah baru.

Jalanan bukan sahabat yang baik. Saya pernah pulang kantor pukul dua siang, karena masih ingin menyelesaikan banyak urusan. Ternyata, macetnya 11-12 sama macet pagi. OMG, jam dua sama sekali bukan jam bubaran kantor kan? Continue reading

Hello Agung

Tentu saja ini bukan cerita cinta karna ada lelaki baru dalam hidup saya bernama Agung. Ini cerita suddenly Bali kemaren yang diisi dengan mendaki Gunung Agung.

Saat nafas saya mulai habis sementara mencapai puncak gunung masih jauh, yang ada dalam pikiran saya saat itu, ah, saya kangen blog ini. Saya kangen dataran. Sekali lagi, dataran dengan kemiringan nol derajat. Bukan kemiringan 50 – 70 derajat yang seolah tak berujung itu. Saya kangen menghirup aroma kopi di coffee shop langganan sambil cetak cetik ntah apa. Dan saya harus cerita soal ini. Soal pengalaman mendaki Gunung Agung, yang merupakan gunung tertinggi di Bali, 3.142 mdpl. Memang Gunung Agung tidak termasuk 10 gunung yang paling tinggi di Indonesia. Tapi, gunung ini gak boleh disepelekan. Apalagi bagi pendaki pemula seperti saya. Hehe. Continue reading

Haha!

Karena hidup cuma sekali, itu sebabnya sebagian kita lebih senang menghadapi hari dengan tertawa daripada menangis. Kalau boleh memilih. Banyak orang bijak bilang, hidup ini terlalu singkat jika dihabiskan dengan bersedih. Benar? Ada benarnya. Kenyataannya? Gak semudah itu. Saya yakin, gak cuma saya yang berpendapat demikian.

Berteori atau berkata-kata jelas lebih gampang daripada realisasinya. Hehe. Oke, bukan itu.

Gegara kita lebih senang tertawa, sering kali kita gak bisa memilah mana-mana menempatkan tawa yang tepat. Gak semua yang kita pikir konyol atau lucu, pun lucu bagi orang lain. Niatnya menghibur, blah si empunya kisah malah tersinggung.  Continue reading

Posted in Oh

Yang Asli

Seperti biasa, salah satu aktivitas pagi saya sebelum benar-benar bangun menghadapi realita, ya, ngutak ngatik handphone. Nah, kalau soal mantau twitter atau #kepo sana sini si, gak usah dibahas lagi, ya. Eh, kok #kepo si bahasanya, lebih tepatnya pengen update aja kali. Hehe.

Masih, ga jauh soal #kepo si sebenarnya. Bentar, kenapa #kepo harus pake ‘hashtag’ si, korban social media banget ga tuh. Nah, iya, pokoknya seputar update kecanggihan terkini deh, ya. Sejak bergabung sebagai pemilik account instagram kira-kira dua tahun silam, saya jadi suka terkagum-kagum dengan kekerenan foto orang-orang dan foto hasil jepretan saya sendiri yang di-upload di instagram. Dih, pede banget sih. Bukan itu point-nya. Hehe.  Continue reading

Posted in Oh

Fotografer

Apa sih yang gak boleh ketinggalan saat liburan? Foto-fotonya! Apalagi, sekarang social media buat share foto makin banyak, tentu saja, dengan keunggulannya masing-masing. Social media begini nih, yang bikin anak-anak kekinian makin menggila buat foto-foto.

Foto gak lagi jadi koleksi di kamar atau di hardisk aja sekarang. Tapi, di-share di berbagai media. Gak sedikit loh, orang yang bisa share ratusan foto dalam liburan dua minggunya. Atau lima puluh foto dalam liburan lima harinya. Dan seriusli, deh, gak termasuk saya kok. Hehe.

Nah, saking canggihnya jenis kamera jaman sekarang, gambar yang dihasilkan pun macam-macam. Dari segi kualitas, jepretan dari kamera profesional SLR (Single Lens Reflex) jelas yang paling gak bisa dikalahin. Plis lah, jangan samain kamera HP tercanggih manapun dengan kualitas kamera SLR. Walaupun soal hasil tetap tergantung jenis lensa, dan yang gak kalah penting adalah keahlian si penjepretnya. Alias si fotografer. Toh kerennya sebuah foto tergantung sama selera. Intinya, foto itu hasil karya. Continue reading

Posted in Oh

Tetap Menunggu

Apa hal yang paling kamu gak suka? Banyak orang yang bilang, “gw ga suka menunggu”.

Pertanyaannya, kenapa kita harus ga suka menunggu? Atau saya ganti pertanyaannya dengan, kenapa harus menunggu. Saya tambahkan, kenapa harus menunggu kalau ga suka?

Menunggu apa dan menunggu siapa? Atau menunggu berapa lama dan menunggu dimana? Mungkin ini bisa jadi jawaban kenapa orang (termasuk saya? Pake tanda tanya ya) tidak suka menunggu.

Menunggu akan semakin menyebalkan, ketika kita sedang diburu sesuatu. Rasa rasanya banyak hal yang lebih penting dilakukan, selain menunggu. Berjuta pikiran memenuhi kepala ketika kita menunggu. “Seharusnya gw bisa ini, ini, dan ini. Dari pada nungguin gini. Ga jelas, buang-buang waktu” Pernah punya pikiran seperti itu? Plis, jangan bilang cuma saya yang punya pikiran begitu. Continue reading

Posted in Oh

Citra di Social Media

Intinya, sii ga usah iri dengan keberhasilan dan kebahagiaan orang lain.

Iseng aja ngomong gini, cuma karna ada salah satu status temen yang bilang “kenapa path isinya jadi pamer makanan ya?”

Kalau saya mau perjelas sii, path bukan cuma buat pamer makanan, tapi jadi tempat buat pamer apa pun. Pamer lagi ngapain, pamer lagi liburan, pamer lagi jalan-jalan, pamer lagi sama siapa, pamer abis belanja apa, pamer pengen belanja apa, dan lain-lain dan lain-lain. Terus? Ya udah.

Continue reading

Posted in Oh

Ribet Satu Episode

Kita yang bikin hidup kita ribet sendiri.

Ah, cape banget ga si bahas beginian. Haha. Tapi pernyataan begini saya dapat dari orang yang saya kenal menjelang akhir tahun 2012 lalu. Sejak kenal, saya jadi punya sudut pandang yang baru soal hidup. Karena dia? Kayanya gak juga si, ya. Berhubung keseharian saya cukup dinamis dan ekplosif, wajar aja, kalau sudut pandang saya akan hidup jadi macam-macam. Kata lainnya, ga berpirinsip atau labil? Ah, gak juga, kok. Silakan judge saya defensif! Emang. Haha.

Tapi, kata-kata ribet cukup bikin saya mikir juga sih. Apa jangan-jangan ini cuma denial saya yang pengen bikin semuanya jadi simpel, tapi ternyata sebenarnya malah saya lah yang ribet. Atau ada yang merasa sama dan sepenanggungan dengan pikiran saya ini? Continue reading

Posted in Oh

Baru, Lebih Keren.

Here I am. In my third place between work and home.

Jujur aja, udah berbulan-bulan saya gak ngabisin waktu berjam-jam di sini. Sejak punya kegiatan yang lebih menarik daripada sekedar manyun-manyun pake wi-fi ditemani segelas kopi. Kata lain, sibuk berat, cui. Hehe.

Ya, sejak saya udah ga perlu lagi nunggu macet reda seusai kerjaan kelar. Atau harga lahan parkir berubah dari dua ribu jadi tiga ribu per-jam. Untuk orang macam saya, kenaikan tarif parkir, jelas berasa banget. Saya memilih untuk langsung pulang, setelah urusan kelar. Gak perlu diperjelas ya, urusan apa. 😀

Jadi, sekitar dua bulan lalu tempat ini under renovation. Rupanya, mereka lagi bikin design baru. Seriously, this coffee shop became pretty dasher with their new design. Continue reading

Posted in Oh