Rafting, Telaga Waja-Bali

Great Rapids!!

Great Rapids!!

Waaaawh, adrenalin ku langsung terpacu waktu mendengar bahwa jadwal hari ini adalah rafting. Apalagi pas sampai di lokasi, gemericik aliran arus sungai Telaga Waja semakin jelas terdengar. Aku semakin tertantang untuk menaklukkan arus sungai yang mengalir dari Gunung Agung ke arah selatan Bali sepanjang 16 km itu.

Masing-masing kita dilengkapi baju pelampung, helm, dan dayung. Sebelumnya, kita di briefing dulu supaya perjalanan berjalan lancar. Dari mulai cara memegang dayung, sampai teknik untuk menghadapi rintangan. Sebaiknya kita tidak membawa barang-barang yang tidak tahan air, seperti HP, dompet, atau camera. Wah, sayang, camera ku gak tahan air, jadi gak banyak foto-foto yang bisa diabadikan. Tapi, kalau penasaran gimana petualangan, saksikan aja “Perjalanan 3 Wanita” di Trans TV setiap Selasa, Rabu, jam 6.30 wib. Loh, kok jadi promosi ūüėÄ

Bali International Rafting memiliki rute dan rintangan yang sangat menantang. 16 km normalnya akan ditempuh dalam waktu 3 jam. Tapi, ketika itu, petualangan kami lebih dari 3 jam karena untuk kepentingan pengambilan gambar.

Kami menghadapi arus yang begitu menantang, untuk itu, satu tim dalam satu perahu harus menjadi tim yang kompak. Kami ditemani rafter yang sudah sangat berpengalaman yang ramah dan kocak sehingga menambah semarak petualangan kami. Tak jarang kami bernyanyi bersama untuk menambah semangat petualangan ini.

Ini benar-benar petualangan yang amazing dan gak bakal terlupakan!!

Kami menghadapi berbagai rintangan yang menarik. Percikan air seolah-seolah melewati hujan, it’s damn astonish! Bahkan kami lewat di bawah terpaan air terjun. Ada jembatan-jembatan yang dibuat oleh penduduk setempat, sehingga ketika melewatinya kami harus merunduk. Menengadah menghadap ke atas. Jangan membungkuk untuk menghindari tabrakan dengan jembatan. Dan hati-hati terhadap benturan, kami harus berpegangan agar perahu tidak terbalik. Beberapa kali, tanpa sengaja perahu terbalik dan kami sempat terseret arus. Bukannya panik, kami malah kegirangan karena ada sensasi yang berbeda ketika terseret arus sungai. Perjalanan terasa aman karena ditemani rafter handal apalagi masing-masing peserta dilengkapi dengan jaminan asuransi.

Perjalanan kami disuguhi dengan pemandangan yang benar-benar indah. Kami seolah-olah tersihir dengan keindahan alam bali. Hutan tropis yang masih asli, sawah-sawah yang menguning subur, dan bukit-bukit yang kokoh, hamparan langit luas menemani penelusuran kami. Suasana desa tradisional pun sangat kental terasa di sini. Sesekali terlihat ibu-ibu dan anak-anak mandi di tepian sungai. Dan gak perlu kaget kalau mereka tidak memakai sehelai kain pun. Bahkan mereka bisa dengan ramah menyapa para rafter yang liwat, tanpa perlu merasa malu.

Di satu titik, kami harus bersiap-siap mengambil posisi aman karena akan melewati jeram yang cukup tinggi. Untuk itu, kami tidak bisa lagi duduk di pinggiran perahu melainkan harus masuk ke dalam perahu dan mengambil posisi terlentang. Dan, wuauuuu, kami meluncur dengan hebatnya. Untung saja perahu tidak terbalik. Melihat jeramnya yang begitu tinggi dan deras, aku seolah tak percaya karena baru saja melewati ini.

Stelah hampir 4 jam perjalanan, kami sampai di titik finish petualangan ini. Bali International Rafting, menyediakan fasilitas handuk dan shower untuk mandi. Selesai bersih-bersih, perut semakin tak bisa diajak kompromi, kelaparan! Dan syukurlah, tersedia buffet dengan panganan yang menggugah selera.

It’s challenging, memorable experience, and fantastic¬†adventure ever!! Must try!

To bring,

  • T-shirt, short, or swimsuit
  • Changed clothes
  • Sunscreen
  • Money
Advertisements